Kamis, 13 Januari 2011

Kegiatan Ekonomi Konsumen dan Produsen

BAB 2

Kegiatan Ekonomi Konsumen dan Produsen

  1. Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen berhubungan dengan utilitas. Konsumen akan berusaha agar utilitas yang diperoleh adalah utilitas maksimum

Utilitas maksimum adalah suatu kegiatan konsumsi dalam mencapai keseimbangan pasar yaitu pengorbanan yg dikeluarkan sebanding dengan utilitas yang didapat.


Ada tiga pendekatan ekonomi:

  1. Pendekatan Marginal Utility atau Pendekatan Guna Batas.

    Yaitu pendekatan yang beranggapan bahwa utilitas bisa diukur atau dinyatakan dengan angka (kardinal) shg disebut juga pendekatan kardinal

  2. Pendekatan Indifference Curve

    Yaitu pendekatan yang beranggapan bahwa utilitas konsumen dapat dinyatakan melalui tingkatan utilitas dari tingkatan rendah ke tinggi.

  3. Pendekatan Garis Anggaran (Budget Line)

    Yaitu suatu garis yang menunjukkan kombinasi alternatif dari barang yang dapat dibeli oleh konsumen dgn pendapatan yg tersedia.

Pendekatan Kardinal (Cardinal Approach)

Merupakan gabungan dari beberapa pendapat ahli ekonomi seperti Hermann Heinrich Gossen, William Stanley Jevons dan Leon Walras.

Pendekatan kardinal dapat dianalisis dengan menggunakan konsep utilitas marjinal (marginal utility)

Utilitas yang diperoleh konsumen dibedakan menjadi:

  • Utilitas total (total utility)

    Adalah utilitas yang diperoleh konsumen saat mengonsumsi sejumlah barang.

  • Utilitas marjinal (marjinal utility).

    Adalah tambahan utilitas yang diperoleh konsumen dari setiap unit tambahan barang yang dikonsumsi.


Pendekatan Ordinal (Ordinal Aproach)

Pendekatan Ordinal (Ordinal Aprroach) : menganggap bahwa utilitas suatu barang tidak perlu diukur

Pendekatan Ordinal dibedakan menjadi dua yaitu:

  • Konsep Indifference Curve (Kurva Indiferen)

    Utilitas konsumen tdk dinyatakan dengan angka tetapi dalam bentuk tingkatan dari tinggi ke rendah atau sebaliknya.

  • Garis Anggaran (Budged Line)

    Utilitas maksimum tercapai apabila tingkat utilitas yg diinginkan dapat dicapai

Perluasan produksi berarti memperluas dan meningkatkan produksi secara kuantitatif maupun kualitatif.

Peningkatan kuantitatif berarti peningkatan dalam jumlah produk.

Peningkatan kualitatif berarti peningkatan dalam jenis dan mutu produk.

Alasan perlunya perluasan produksi:

  • Kebutuhan yang terus berkembang baik secara kuantitatif maupun kualitatif

    Yang disebabkan oleh:
    - Pertambahan jumlah penduduk

    • Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peradaban manusia
  • Barang-barang mulai rusak, usang atau musnah
  • Keinginan meningkatkan kemakmuran atau taraf hidup

Perluasan produksi dapat dilakukan dengan dua cara

  1. Ekstensifikasi

    Dengan cara menambah unit produksi baru

  2. Intensifikasi

    Dengan cara meningkatkan produktivitasnya

Perluasan produksi dibatasi dengan hukum pertambahan hasil yang semakin menurun (law of diminishing.

Hubungan antara tingkat produksi dan jumlah tenaga kerja yang digunakan dapat dibedakan dalam tiga tahap:

  1. Tahap pertama, produksi total mengalami pertambahan yang semakin cepat
  2. Tahap kedua, produksi total pertambahannya semakin lambat
  3. Tahap ketiga, produksi total semakin lama semakin berkurang

Siklus aliran arus uang dan arus barang dan jasa:


Ada dua tipe pembuat keputusan yaitu rumah tangga dan perusahaan.

Garis panah bagian dalam menggambarkan aliran barang dan jasa antara rumah tangga dan perusahaan yang dapat dijelaskan sbb:

  • Rumah tangga menjual kegunaan dari tenaga kerja, tanah dan modal kepada perusahaan di pasar sebagai faktor produksi.
  • Perusahaan menggunakan faktor-faktor produksi untuk memproduksi barang dan jasa yang dijual di pasar kepada rumah tangga sebagai barang dan jasa

Garis panah bagian luar diagram menggambarkan aliran yang berhubungan dengan uang yang dapat dijelaskan sbb:

  • Rumah tangga membelanjakan uang untuk membeli barang dan jasa dari perusahaan
  • Perusahaan menggunakan sebagian penerimaan dan penjualan untuk membayar faktor-faktor produksi (upah, dll) .
  • Sisanya berupa laba untuk pemilik perusahaan yang merupakan anggota rumah tangga

Peran Konsumen dan Peran Produsen dalam Perekonomian:

Pengertian dari manusia harus selalu bertindak ekonomis adalah setiap penggunaan sumber daya alam dan alat pemuas kebutuhan harus dapat menghasilkan kepuasan atau keuntungan maksimal bagi pelaku.

Peran dari konsumen:

  1. Konsumen sebagai pengguna dari barang atau jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produsen.
  2. Konsumen sebagai motivator bagi kegiatan perusahaan, karena semakin banyak barang atau jasa yang digunakan konsumen, semakin tinggi motivasi produsen dalam memproduksi barang atau jasa tersebut.
  3. Konsumen dapat menciptakan efek berantai (multiplier effect) dalam terciptanya peningkatan pendapatan nasional (GNP) suatu negara

Ada dua tipe produsen dalam melakukan kegiatan produksinya:

  • Produsen yang mengutamakan kepentingan masyarakat
  • Produsen yang merugikan masyarakat

Ciri-ciri produsen yang mengutamakan kepentingan masyarakat:

  1. Produsen memperoleh bahan baku dengan cara wajar
  2. Produsen memberikan upah yang layak
  3. Kegiatan produksinya tidak mengganggu lingkungan disekitarnya
  4. Produsen mengutamakan keselamatan karyawannya
  5. Produsen menghasilakan barang yang benar-bnar dibutuhkan masyarakat
  6. Kualitas barang yang dihasilkan terjamin
  7. Harga barang yang dihasilkan terjangkau

Ciri-ciri produsen yang merugikan masyarakat:

  1. Produsen melakukan penimbunan bahan baku sehingga produsen yang lain kesulitan mendapatkannya.
  2. Produsen membayar upah yang rendah dan sering tidak tepat waktu
  3. Produsen kurang memperhatikan keselamatan karyawannya
  4. Produsen melakukan kegiatan produksi yang menimbulkan pencemaran lingkungan
  5. Kualitas barang yang dihasilkan rendah dan harga yang ditawarkan tinggi
  6. Pelayanan kepada pelanggan kurang memuaskan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites